“Wanita cenderung menggunakan ciuman untuk meningkatkan ikatan emosional dengan pasangan."
VIVAnews - Ketika cinta hadir, ciuman bibir seringkali menjadi elemen penting untuk mengungkap rasa. Semua terjadi begitu alamiah saat dua pasang bibir sudah terkunci. Tak hanya mempererat hubungan emosional, ciuman juga memberi manfaat bagi kesehatan.
Terlepas dari efek positifnya, ciuman seperti apa yang sesungguhnya didamba setiap pasangan? Berdasarkan studi Albright College, Pennsylvania, pria dan wanita memiliki obsesi berbeda dari setiap ciuman yang terjadi.
Pria lebih menginginkan ciuman yang mampu meningkatkan gairah seksual. Sedangkan wanita lebih menginginkan ciuman intens, yang berlangsung lama.
“Wanita cenderung menggunakan ciuman untuk meningkatkan ikatan emosional dengan pasangan. Sementara pria menggunakannya sebagai jembatan menuju hubungan seksual," kata Susan Hughes, psikolog dari Albright College kepada Life's Little Mysteries, seperti dikutip dari Times of India.
Hughes dan timnya menggali preferensi ciuman antarpasangan berdasar pendapat lebih dari 1.000 pria dan wanita yang memiliki tingkat seksual prima. Mereka juga melakukan survei terhadap sejumlah mahasiswa atas serangkaian pertanyaan terkait ciuman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita menganggap interaksi ciuman sangat penting dan intim. Kedua jenis kelamin menggunakan ciuman untuk mengukur kesesuaian hubungan diri dan pasangannya.
Baik pria dan wanita juga mengaku bisa kehilangan ketertarikan terhadap pasangannya akibat pengalaman buruk saat ciuman. Bahkan, wanita bisa mempertimbangkan untuk mengakhiri hubungan gara-gara ciuman yang buruk.
Data penelitian juga menunjukkan bahwa pria merasa jauh lebih kuat dan merasa ciuman harus mengarah kepada hubungan seks. "Laki-laki berciuman terutama untuk merangsang gairah pasangan mereka," ujar Hughes yang mempublikasikan penelitiannya di Jurnal Evolusi Psikologi. (adi)
Miracle of Love
Tuesday, March 1, 2011
Efek Dahsyat Pelukan Hingga Ciuman
Tak sekedar interaksi membangun kemesraan, tapi juga meningkatkan kesehatan tubuh.
VIVAnews – Percaya atau tidak, kebiasaan memberi pelukan hangat, menggandeng tangan, bahkan memberi ciuman hangat kepada pasangan, akan memberi efek positif yang besar bagi kehidupan bersama.
Selain memperkuat hubungan, efek positif yang dimaksud juga meningkatkan kebahagiaan dan kesehatan tubuh, serta pikiran satu sama lain.
Berikut ini, dijelaskan secara rinci apa saja manfaat yang dapat diperoleh melalui sikap-sikap sederhana itu, dikutip dari laman Idiva:
Pelukan
Ini merupakan salah satu cara terbaik untuk memberi tahu betapa dia membuat kehidupan Anda terasa aman. Pelukan juga akan membuat si dia merasa nyaman.
"Memeluk meningkatkan tingkat oksitosin yang mengurangi tingkat stres," kata Dr Jyoti Sangle, konsultan psikiater, dari Rumah Sakit LH Hiranandani, India.
Memeluk juga dapat mengurangi tekanan darah, sehingga melindungi Anda dari serangan penyakit jantung. Selain itu, akan memperkuat ikatan hubungan Anda dan mengarah ke kehidupan seks yang lebih baik.
Berpegangan tangan
Ini adalah cara yang bagus untuk memberi tahu pasangan bahwa Anda peduli. Berpegangan tangan juga membantu mengurangi rasa sakit.
Jadi, bila pasangan mengeluh sakit kepala, coba pegang tangannya atau peluk dia dengan hangat. Beberapa saat kemudian, Anda akan melihatnya tersenyum.
"Ini sikap kecil dan sederhana yang juga merupakan penawar ketika Anda sedang takut atau sedih," kata psikolog dari Mumbai, Sharita Shah.
Cumbuan
Gerakan seperti membelai rambut pasangan, menepuk pelan bahunya, berjalan, dengan tangan melingkar di pinggang atau lehernya, mampu membikin pasangan Anda merasa sangat istimewa.
"Kulit adalah organ terbesar dari tubuh kita yang sangat sensitif dan memiliki beberapa ujung saraf. Ketika merasakan sentuhan atau belaian, kulit akan mengirim sinyal yang baik ke otak yang membuat Anda bahagia," kata Sharita.
Jadi, berikan si dia cumbuan yang baik setiap hari dan hal ini akan membuat Anda berdua bahagia. "Ini menegaskan kembali hubungan Anda, yang pada gilirannya membuat Anda merasa optimistis,” kata Dr Jyoti.
Kejutan
Kejutan akan terasa sangat istimewa jika Anda menerimanya di saat-saat tak terduga. "Ini memproduksi banyak hormon endorfin atau hormon bahagia dalam tubuh Anda," kata Sharita.
Ciuman
Memberikan ciuman untuk mengungkapkan selamat malam kepada pasangan atau memberikan kecupan di pagi hari pun bisa memperkuat ikatan hubungan berdua.
Menurut para ahli kesehatan, ciuman mampu menurunkan kortisol atau hormon stres. "Ciuman membuat Anda dan pasangan merasa diperhatikan dan merasa dihargai," kata Dr Jyoti.
Berciuman juga meningkatkan kekebalan. Seperti diketahui banyak kuman yang hidup di dalam mulut. Dan berciuman memicu produksi antibodi yang membantu Anda melawan bakteri asing. Hal ini juga membantu melawan rasa sakit.
VIVAnews – Percaya atau tidak, kebiasaan memberi pelukan hangat, menggandeng tangan, bahkan memberi ciuman hangat kepada pasangan, akan memberi efek positif yang besar bagi kehidupan bersama.
Selain memperkuat hubungan, efek positif yang dimaksud juga meningkatkan kebahagiaan dan kesehatan tubuh, serta pikiran satu sama lain.
Berikut ini, dijelaskan secara rinci apa saja manfaat yang dapat diperoleh melalui sikap-sikap sederhana itu, dikutip dari laman Idiva:
Pelukan
Ini merupakan salah satu cara terbaik untuk memberi tahu betapa dia membuat kehidupan Anda terasa aman. Pelukan juga akan membuat si dia merasa nyaman.
"Memeluk meningkatkan tingkat oksitosin yang mengurangi tingkat stres," kata Dr Jyoti Sangle, konsultan psikiater, dari Rumah Sakit LH Hiranandani, India.
Memeluk juga dapat mengurangi tekanan darah, sehingga melindungi Anda dari serangan penyakit jantung. Selain itu, akan memperkuat ikatan hubungan Anda dan mengarah ke kehidupan seks yang lebih baik.
Berpegangan tangan
Ini adalah cara yang bagus untuk memberi tahu pasangan bahwa Anda peduli. Berpegangan tangan juga membantu mengurangi rasa sakit.
Jadi, bila pasangan mengeluh sakit kepala, coba pegang tangannya atau peluk dia dengan hangat. Beberapa saat kemudian, Anda akan melihatnya tersenyum.
"Ini sikap kecil dan sederhana yang juga merupakan penawar ketika Anda sedang takut atau sedih," kata psikolog dari Mumbai, Sharita Shah.
Cumbuan
Gerakan seperti membelai rambut pasangan, menepuk pelan bahunya, berjalan, dengan tangan melingkar di pinggang atau lehernya, mampu membikin pasangan Anda merasa sangat istimewa.
"Kulit adalah organ terbesar dari tubuh kita yang sangat sensitif dan memiliki beberapa ujung saraf. Ketika merasakan sentuhan atau belaian, kulit akan mengirim sinyal yang baik ke otak yang membuat Anda bahagia," kata Sharita.
Jadi, berikan si dia cumbuan yang baik setiap hari dan hal ini akan membuat Anda berdua bahagia. "Ini menegaskan kembali hubungan Anda, yang pada gilirannya membuat Anda merasa optimistis,” kata Dr Jyoti.
Kejutan
Kejutan akan terasa sangat istimewa jika Anda menerimanya di saat-saat tak terduga. "Ini memproduksi banyak hormon endorfin atau hormon bahagia dalam tubuh Anda," kata Sharita.
Ciuman
Memberikan ciuman untuk mengungkapkan selamat malam kepada pasangan atau memberikan kecupan di pagi hari pun bisa memperkuat ikatan hubungan berdua.
Menurut para ahli kesehatan, ciuman mampu menurunkan kortisol atau hormon stres. "Ciuman membuat Anda dan pasangan merasa diperhatikan dan merasa dihargai," kata Dr Jyoti.
Berciuman juga meningkatkan kekebalan. Seperti diketahui banyak kuman yang hidup di dalam mulut. Dan berciuman memicu produksi antibodi yang membantu Anda melawan bakteri asing. Hal ini juga membantu melawan rasa sakit.
Ingin Tahu Keseriusan Si Dia? Ini Caranya
Ada cara mudah mengenali tanda-tanda apakah dia benar-benar menginginkan hubungan serius.
VIVAnews – Ingin tahu seberapa serius teman kencan Anda untuk melanjutkan hubungan? Cara terbaik untuk mengetahuinya bukan bertanya langsung padanya. Sebab, mungkin tidak pantas karena Anda berdua belum benar-benar resmi pacaran.
Namun ada beberapa cara mudah untuk mengenali tanda-tanda apakah dia benar-benar menginginkan hubungan asmara ini berlanjut ke arah lebih serius, dikutip dari Times Of India. Apa saja?
Kontak fisik
Ini berlaku untuk pria maupun wanita. Kontak fisik seperti memegang tangan, lengan, bahkan melingkarkan tangan pada pinggang, bisa menjadi tanda dia benar-benar menaruh hati pada diri Anda.
Sebaliknya, bila dia selalu menjaga jarak atau melipat tangan di depan dada dan menghindari kontak mata dengan Anda selama kencan, maka ini bisa dimaknai bahwa dia tidak punya perhatian, mungkin juga tidak serius pada masa depan hubungan.
Menghindari panggilan telepon
Salah satu indikator si dia ingin serius dengan Anda ialah menghubungi Anda lewat telepon atau SMS setelah kencan. Terkadang, dia selalu mencari-cari alasan agar bisa mengontak Anda.
Bila Anda berdua ada kecocokan, biasanya akan melakukan percakapan lewat saluran telepon yang seolah-olah tiada akhir. Tapi, bila ini tidak terjadi pada hubungan Anda -padahal Anda sudah berinisiatif untuk memulai komunikasi- mungkin dia bukan seorang pria yang tepat.
Keluarga dan teman-teman
Apakah dia bersedia memperkenalkan Anda kepada keluarga dan teman-temannya. Jika teman kencan Anda menghindari hal ini, maka itu menandakan dia tidak benar-benar serius ingin menjadikan Anda sebagai pendamping hidupnya.
Apakah dia mengkritik Anda terus?
Salah satu tanda yang paling jelas bahwa dia tidak menyayangi Anda ialah bila dia selalu mengkritik Anda di setiap kesempatan. Bahkan, hal-hal kecil, seperti cara Anda berpakaian, rias wajah, pilihan Anda tentang buku atau film, bisa dipermasalahkannya.
VIVAnews – Ingin tahu seberapa serius teman kencan Anda untuk melanjutkan hubungan? Cara terbaik untuk mengetahuinya bukan bertanya langsung padanya. Sebab, mungkin tidak pantas karena Anda berdua belum benar-benar resmi pacaran.
Namun ada beberapa cara mudah untuk mengenali tanda-tanda apakah dia benar-benar menginginkan hubungan asmara ini berlanjut ke arah lebih serius, dikutip dari Times Of India. Apa saja?
Kontak fisik
Ini berlaku untuk pria maupun wanita. Kontak fisik seperti memegang tangan, lengan, bahkan melingkarkan tangan pada pinggang, bisa menjadi tanda dia benar-benar menaruh hati pada diri Anda.
Sebaliknya, bila dia selalu menjaga jarak atau melipat tangan di depan dada dan menghindari kontak mata dengan Anda selama kencan, maka ini bisa dimaknai bahwa dia tidak punya perhatian, mungkin juga tidak serius pada masa depan hubungan.
Menghindari panggilan telepon
Salah satu indikator si dia ingin serius dengan Anda ialah menghubungi Anda lewat telepon atau SMS setelah kencan. Terkadang, dia selalu mencari-cari alasan agar bisa mengontak Anda.
Bila Anda berdua ada kecocokan, biasanya akan melakukan percakapan lewat saluran telepon yang seolah-olah tiada akhir. Tapi, bila ini tidak terjadi pada hubungan Anda -padahal Anda sudah berinisiatif untuk memulai komunikasi- mungkin dia bukan seorang pria yang tepat.
Keluarga dan teman-teman
Apakah dia bersedia memperkenalkan Anda kepada keluarga dan teman-temannya. Jika teman kencan Anda menghindari hal ini, maka itu menandakan dia tidak benar-benar serius ingin menjadikan Anda sebagai pendamping hidupnya.
Apakah dia mengkritik Anda terus?
Salah satu tanda yang paling jelas bahwa dia tidak menyayangi Anda ialah bila dia selalu mengkritik Anda di setiap kesempatan. Bahkan, hal-hal kecil, seperti cara Anda berpakaian, rias wajah, pilihan Anda tentang buku atau film, bisa dipermasalahkannya.
Tuesday, October 26, 2010
Keajaiban Sentuhan
Lewat sentuhan hubungan menjadi lebih intim, baik secara fisik maupun emosi.
VIVAnews - Sentuhan adalah aktivitas intim yang bisa Anda lakukan dengan pasangan. Lewat sentuhan, hubungan Anda berdua menjadi lebih dekat dan tercipta koneksi yang kuat.
Walaupun kebanyakan wanita suka mendengar kata-kata 'Aku mencintaimu, namun sentuhan bisa membuat hubungan menjadi lebih intim, baik secara fisik maupun emosi. Kata-kata lebih diproses dalam otak, sementara sentuhan dapat langsung menuju ke pusat-pusat emosi.
Saling menyentuh secara rutin membuat endorfin mengalir, yang menciptakan kenikmatan dan ketenangan untuk membantu meredakan stres. Dengan semua alasan terebut, Anda bisa melakukan sentuhan dengan berbagai cara, seperti berikut.
1. Berpelukan
Berpelukan erat dengan pasangan baik saat pagi maupun malam hari meningkatkan kedekatan, koneksi dan menimbulkan rasa aman. Bukan hanya dengan pasangan, Anda juga sebaiknya membiasakan diri untuk memeluk buah hati setiap hari.
2. Berciuman
Berciuman selama 20 detik akan meningkatkan level testosteron pasangan. Hal ini juga akan membuat keintiman Anda dan pasangan selalu terjaga.
3. Menyentuh punggung
Penelitian menunjukkan, saling mengelus atau menyentuh punggung dengan pasangan dapat mengurangi rasa cemas dan menciptakan sikap postif. Jadi, lakukan aktivitas ini setiap hari.
4. Pijat
Saling memijat dengan pasangan bisa membuat emosi lebih stabil. Bukan hanya itu, aktivitas memijat juga bisa meningkatkan hasrat seksual. Sehabis pulang kerja, ketika Anda dan pasangan merasa lelah, cobalah bergantian memijat.
5. Yoga berpasangan
Yoga berpasangan cukup seru dan memiliki banyak manfaat, Anda dan pasangan bisa berolahraga sekaligus meningkatkan keintiman. Saat akhir pekan, coba saja ambil kelas yoga berpasangan.
VIVAnews - Sentuhan adalah aktivitas intim yang bisa Anda lakukan dengan pasangan. Lewat sentuhan, hubungan Anda berdua menjadi lebih dekat dan tercipta koneksi yang kuat.
Walaupun kebanyakan wanita suka mendengar kata-kata 'Aku mencintaimu, namun sentuhan bisa membuat hubungan menjadi lebih intim, baik secara fisik maupun emosi. Kata-kata lebih diproses dalam otak, sementara sentuhan dapat langsung menuju ke pusat-pusat emosi.
Saling menyentuh secara rutin membuat endorfin mengalir, yang menciptakan kenikmatan dan ketenangan untuk membantu meredakan stres. Dengan semua alasan terebut, Anda bisa melakukan sentuhan dengan berbagai cara, seperti berikut.
1. Berpelukan
Berpelukan erat dengan pasangan baik saat pagi maupun malam hari meningkatkan kedekatan, koneksi dan menimbulkan rasa aman. Bukan hanya dengan pasangan, Anda juga sebaiknya membiasakan diri untuk memeluk buah hati setiap hari.
2. Berciuman
Berciuman selama 20 detik akan meningkatkan level testosteron pasangan. Hal ini juga akan membuat keintiman Anda dan pasangan selalu terjaga.
3. Menyentuh punggung
Penelitian menunjukkan, saling mengelus atau menyentuh punggung dengan pasangan dapat mengurangi rasa cemas dan menciptakan sikap postif. Jadi, lakukan aktivitas ini setiap hari.
4. Pijat
Saling memijat dengan pasangan bisa membuat emosi lebih stabil. Bukan hanya itu, aktivitas memijat juga bisa meningkatkan hasrat seksual. Sehabis pulang kerja, ketika Anda dan pasangan merasa lelah, cobalah bergantian memijat.
5. Yoga berpasangan
Yoga berpasangan cukup seru dan memiliki banyak manfaat, Anda dan pasangan bisa berolahraga sekaligus meningkatkan keintiman. Saat akhir pekan, coba saja ambil kelas yoga berpasangan.
Sentuhan 60 Detik yang Bermakna
Bagi pasangan sibuk, cobalah ‘mencuri-curi’ waktu berdua agar hubungan makin hangat.
VIVAnews - Minimnya waktu komunikasi memang merupakan masalah paling krusial yang terjadi pada pasangan sibuk. Biasanya, ketika sama-sama baru pulang dari kantor pada malam hari dalam keadaan kelelahan, lalu kapan ngobrol-nya?
Dalam suasana hari kasih sayang ini, sebaiknya maksimalkan waktu yang ada. Misalnya, saat bersiap-siap ke kantor, Anda bisa mengajak suami membahas sesuatu, atau yang lebih baik lagi adalah memaksimalkan waktu di akhir pekan, saat aktivitas tak sepadat hari kerja. Cobalah mencuri-curi waktu berdua agar hubungan makin hangat!
- Sentuhan 60 detik
Tidak hanya pengantin baru yang bisa selalu saling menyentuh. Bergandengan tangan, duduk berdekatan, berpelukan, dan memberikan ciuman-ciuman kejutan. Anda dan suami juga bisa, kok. Mulailah bersikap asertif dengan menyentuh pasangan lebih sering. Meski cuma selama 60 detik, sentuhan ini cukup bermakna.
- Ngobrol berdua minimal lima menit setiap hari
Meski hanya pertanyaan sepele atau membicarakan topik sederhana, yang penting Anda berdua merasa nyaman. Sebenarnya, topiknya tidak perlu yang serius, bercanda berdua sudah menjadi suatu obrolan berkualitas.
- Jalan-jalan berdua tiap minggu
Liburkan dari dari anak-anak setidaknya 4-5 jam pada akhir pekan. Titip mereka pada orang tua atau kakak Anda. Kali ini, posisi Anda berdua sebagai pria dan wanita yang sedang menghabiskan waktu bersama bersenang-senang, layaknya sedang pacaran.
- Habiskan waktu seharian sebulan sekali
Tentukan satu hari tiap bulan, saat Anda berdua bisa meluangkan waktu seperti pasangan, sebagai bumbu perkawinan. Misalnya, check in di hotel atau keluar kota selama sehari.
- Rencanakan liburan romantis enam bulan sekali
Setelah terkurung dalam rutinitas kantor dan rumah, alangkah nikmatnya jika bisa melakukan liburan romantis berdua suami. Tempat tujuannya tak harus di luar kota atau luar negeri. Lokasi di dalam kota pun banyak yang bisa dipilih sebagai tempat untuk ‘mengisi energi’ perkawinan Anda. Ke mana pun tujuannya, sebaiknya jangan mengajak anggota keluarga lain.
- Ikuti seminar tentang perkawinan setahun sekali sekali
Pelajaran yang bisa dipetik dari seminar, bisa jadi acuan Anda dan suami menjalani tantangan pernikahan yang semakin lama semakin berat. Cara lainnya, Anda berdua bisa berkonsultasi kepada psikolog, kendati tidak ada problem dalam hubungan. Biasanya pandangan orang ketiga lebih objektif menilai suatu masalah.
• VIVAnews
VIVAnews - Minimnya waktu komunikasi memang merupakan masalah paling krusial yang terjadi pada pasangan sibuk. Biasanya, ketika sama-sama baru pulang dari kantor pada malam hari dalam keadaan kelelahan, lalu kapan ngobrol-nya?
Dalam suasana hari kasih sayang ini, sebaiknya maksimalkan waktu yang ada. Misalnya, saat bersiap-siap ke kantor, Anda bisa mengajak suami membahas sesuatu, atau yang lebih baik lagi adalah memaksimalkan waktu di akhir pekan, saat aktivitas tak sepadat hari kerja. Cobalah mencuri-curi waktu berdua agar hubungan makin hangat!
- Sentuhan 60 detik
Tidak hanya pengantin baru yang bisa selalu saling menyentuh. Bergandengan tangan, duduk berdekatan, berpelukan, dan memberikan ciuman-ciuman kejutan. Anda dan suami juga bisa, kok. Mulailah bersikap asertif dengan menyentuh pasangan lebih sering. Meski cuma selama 60 detik, sentuhan ini cukup bermakna.
- Ngobrol berdua minimal lima menit setiap hari
Meski hanya pertanyaan sepele atau membicarakan topik sederhana, yang penting Anda berdua merasa nyaman. Sebenarnya, topiknya tidak perlu yang serius, bercanda berdua sudah menjadi suatu obrolan berkualitas.
- Jalan-jalan berdua tiap minggu
Liburkan dari dari anak-anak setidaknya 4-5 jam pada akhir pekan. Titip mereka pada orang tua atau kakak Anda. Kali ini, posisi Anda berdua sebagai pria dan wanita yang sedang menghabiskan waktu bersama bersenang-senang, layaknya sedang pacaran.
- Habiskan waktu seharian sebulan sekali
Tentukan satu hari tiap bulan, saat Anda berdua bisa meluangkan waktu seperti pasangan, sebagai bumbu perkawinan. Misalnya, check in di hotel atau keluar kota selama sehari.
- Rencanakan liburan romantis enam bulan sekali
Setelah terkurung dalam rutinitas kantor dan rumah, alangkah nikmatnya jika bisa melakukan liburan romantis berdua suami. Tempat tujuannya tak harus di luar kota atau luar negeri. Lokasi di dalam kota pun banyak yang bisa dipilih sebagai tempat untuk ‘mengisi energi’ perkawinan Anda. Ke mana pun tujuannya, sebaiknya jangan mengajak anggota keluarga lain.
- Ikuti seminar tentang perkawinan setahun sekali sekali
Pelajaran yang bisa dipetik dari seminar, bisa jadi acuan Anda dan suami menjalani tantangan pernikahan yang semakin lama semakin berat. Cara lainnya, Anda berdua bisa berkonsultasi kepada psikolog, kendati tidak ada problem dalam hubungan. Biasanya pandangan orang ketiga lebih objektif menilai suatu masalah.
• VIVAnews
Monday, October 11, 2010
Makna di Balik Panggilan Sayang Pasangan
Panggilan sayang bermanfaat positif untuk sebuah hubungan.
VIVAnews - Panggilan sayang atau kode tertentu dalam hubungan seringkali menjadi ledekan. Tetapi peneliti menemukan, bahasa yang hanya dimengerti Anda dan pasangan bisa jadi gambaran kelanjutan dan kondisi hubungan.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Social and Personal Relationships menemukan bahwa julukan yang lebih konyol, dibuat-buat dan kode rahasia, bisa menggambarkan kecenderungan rasa puas dalam suatu hubungan.
"Menggunakan julukan dan membuat kode bahasa sendiri dalam hubungan adalah cara mudah untuk memasukkan komunikasi positif dalam kehidupan sehari-hari," kata Jamie Turndorf, Ph.D., konselor hubungan, seperti dikutip dari WomensHealthmag.com
Sekonyol apapun kode atau panggilan sayang, sebenarnya menandakan hubungan semakin kuat. "Dengan julukan atau kode tertentu sebenarnya Anda ingin mengatakan bahwa Anda memiliki perhatian besar padanya dan hubungan semakin baik, sehingga tercipta bahasa sendiri untuk menunjukkannya," kata Carol Bruess, PhD, kepala studi keluarga di University of St Thomas, Amerika Serikat.
Julukan tersebut bukan hanya menguatkan hubungan tetapi juga bisa memperbaiki hubungan saat sedang berkonflik. Dari penelitian yang dilakukan oleh profesor psikologidari University of Western Ontario, Lorne Campbell, PhD, julukan konyol bisa membantu menyelesaikan konflik.
Campbell menemukan bahwa ketika julukan atau kode konyol digunakan untuk mengatasi konflik akan memunculkan suasana humor dan membuat tertawa. Hal ini bisa jadi trik jika Anda ingin berbaikan dengan pasangan. Jadi, setelah berkonflik dan diakhiri dengan humor dan kekonyolan hubungan Anda dan pasangan pun akan semakin intim.
• VIVAnews
VIVAnews - Panggilan sayang atau kode tertentu dalam hubungan seringkali menjadi ledekan. Tetapi peneliti menemukan, bahasa yang hanya dimengerti Anda dan pasangan bisa jadi gambaran kelanjutan dan kondisi hubungan.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Social and Personal Relationships menemukan bahwa julukan yang lebih konyol, dibuat-buat dan kode rahasia, bisa menggambarkan kecenderungan rasa puas dalam suatu hubungan.
"Menggunakan julukan dan membuat kode bahasa sendiri dalam hubungan adalah cara mudah untuk memasukkan komunikasi positif dalam kehidupan sehari-hari," kata Jamie Turndorf, Ph.D., konselor hubungan, seperti dikutip dari WomensHealthmag.com
Sekonyol apapun kode atau panggilan sayang, sebenarnya menandakan hubungan semakin kuat. "Dengan julukan atau kode tertentu sebenarnya Anda ingin mengatakan bahwa Anda memiliki perhatian besar padanya dan hubungan semakin baik, sehingga tercipta bahasa sendiri untuk menunjukkannya," kata Carol Bruess, PhD, kepala studi keluarga di University of St Thomas, Amerika Serikat.
Julukan tersebut bukan hanya menguatkan hubungan tetapi juga bisa memperbaiki hubungan saat sedang berkonflik. Dari penelitian yang dilakukan oleh profesor psikologidari University of Western Ontario, Lorne Campbell, PhD, julukan konyol bisa membantu menyelesaikan konflik.
Campbell menemukan bahwa ketika julukan atau kode konyol digunakan untuk mengatasi konflik akan memunculkan suasana humor dan membuat tertawa. Hal ini bisa jadi trik jika Anda ingin berbaikan dengan pasangan. Jadi, setelah berkonflik dan diakhiri dengan humor dan kekonyolan hubungan Anda dan pasangan pun akan semakin intim.
• VIVAnews
Tes Mengukur Perasaan Cinta
Tes berhasil memprediksi secara akurat pasangan yang langgeng dan akhirnya berpisah.
VIVAnews - Seberapa besar rasa cinta pasangan pada Anda? Coba berikan tes psikologi padanya. Peneliti University of Rochester, Amerika Serikat, berhasil menggunakan kuis untuk memprediksi secara akurat perasaan 50 pasangan ketika terpisah selama 12 bulan.
Tes menggunakan teknik kata psikologis untuk menemukan apa yang benar-benar dipikirkan seseorang tentang pasangannya. Lalu, seberapa mudah mereka mengasosiasikan pasangannya dengan kata-kata positif atau negatif yang ada.
Jika seseorang lebih mudah dan cepat menemukan kata-kata yang menyenangkan atau positif mengenai pasangannya, menurut para peneliti, mereka memiliki hubungan yang kuat dan langgeng. Tetapi jika terjadi sebaliknya, pasangan itu mengarah ke sebuah 'hubungan yang rusak' yang memiliki risiko berpisah cukup besar.
Sebanyak 222 orang terlibat dalam penelitian. Hanya 116 orang yang melakukan tes lanjutan. Dari responden yang terlibat, sebesar 16 persen atau 19 orang di antaranya mengalami perpisahan. Hasil tersebut sudah diprediksi sebelumnya oleh para peneliti.
"Hal yang mengejutkan dari penelitian kami adalah bahwa tes yang dilakukan bisa mengukur dengan baik dalam memprediksi apa yang terjadi pada hubungan mereka, dibandingkan dengan apa yang dikatakannya tentang hubungan mereka," kata salah satu peneliti, Profesor Ronald Rogge, seperti dikutip dari laman Telegraph.
Dalam melakukan tes tersebut, para relawan diminta untuk mengisi kuesioner tentang hubungan mereka dan tes kata asosiasi. Pengujian didasarkan pada teknik yang sering digunakan untuk mendefinisikan perasaan rasisme atau bias, yaitu kondisi seseorang yang sulit mengakui eksistensi dirinya sendiri.
Relawan diberikan nama pasangan dan melihat monitor yang menampilkan tiga jenis kata. Kata-kata positif seperti damai atau berbagi, kata-kata negatif seperti kematian dan tragedi atau nama pasangannya sendiri.
"Seseorang yang menunjukkan perasaan negatif pada pasangan berisiko tujuh kali lebih mungkin untuk putus hubungan pada tahun berikutnya," Rogge menambahkan.(ywn)
• VIVAnews
VIVAnews - Seberapa besar rasa cinta pasangan pada Anda? Coba berikan tes psikologi padanya. Peneliti University of Rochester, Amerika Serikat, berhasil menggunakan kuis untuk memprediksi secara akurat perasaan 50 pasangan ketika terpisah selama 12 bulan.
Tes menggunakan teknik kata psikologis untuk menemukan apa yang benar-benar dipikirkan seseorang tentang pasangannya. Lalu, seberapa mudah mereka mengasosiasikan pasangannya dengan kata-kata positif atau negatif yang ada.
Jika seseorang lebih mudah dan cepat menemukan kata-kata yang menyenangkan atau positif mengenai pasangannya, menurut para peneliti, mereka memiliki hubungan yang kuat dan langgeng. Tetapi jika terjadi sebaliknya, pasangan itu mengarah ke sebuah 'hubungan yang rusak' yang memiliki risiko berpisah cukup besar.
Sebanyak 222 orang terlibat dalam penelitian. Hanya 116 orang yang melakukan tes lanjutan. Dari responden yang terlibat, sebesar 16 persen atau 19 orang di antaranya mengalami perpisahan. Hasil tersebut sudah diprediksi sebelumnya oleh para peneliti.
"Hal yang mengejutkan dari penelitian kami adalah bahwa tes yang dilakukan bisa mengukur dengan baik dalam memprediksi apa yang terjadi pada hubungan mereka, dibandingkan dengan apa yang dikatakannya tentang hubungan mereka," kata salah satu peneliti, Profesor Ronald Rogge, seperti dikutip dari laman Telegraph.
Dalam melakukan tes tersebut, para relawan diminta untuk mengisi kuesioner tentang hubungan mereka dan tes kata asosiasi. Pengujian didasarkan pada teknik yang sering digunakan untuk mendefinisikan perasaan rasisme atau bias, yaitu kondisi seseorang yang sulit mengakui eksistensi dirinya sendiri.
Relawan diberikan nama pasangan dan melihat monitor yang menampilkan tiga jenis kata. Kata-kata positif seperti damai atau berbagi, kata-kata negatif seperti kematian dan tragedi atau nama pasangannya sendiri.
"Seseorang yang menunjukkan perasaan negatif pada pasangan berisiko tujuh kali lebih mungkin untuk putus hubungan pada tahun berikutnya," Rogge menambahkan.(ywn)
• VIVAnews
Subscribe to:
Comments (Atom)